Rabu, 18 Juli 2012

Bisnis Home Industri Usaha Biscuit Rumahan TANPA TELUR dalam kemasan : KUE GREEN PEA LEBARAN


Pasar Biscuit Lebih Mengigit
Pengertian biscuit secara luas adalah kue kering yang siap disantap, atau terkadang masuk dalam kategori cookies. Kue kering kadang terkonotasi dengan kue kue tradisional yang banyak dibuat oleh rumahan. Sementara biscuit adalah kue modern yang paling banyak diproduksi oleh pabrikan. Bentuknya sangat bervariasi dengan harga yang bervariasi dari yang paling murah sampai mahal. Biscuit tak hanya dikemas dalam kaleng ukuran besar tapi juga dikemas tunggal perpotong sehingga cocok untuk dibawa kemanapun.
Pasar biscuit bisa dikatakan lebih luas dibanding kue kering yang seringkali meningkat menjelang hari lebaran. Biscuit seiring iklan yang di media massa juga menciptakan pasar sendiri. Anak anak karena pengaruh iklan merupakan pasar yang besar konsumsi biscuit. Untuk jajanan, pengganjal perut atau bahkan sarapan biscuit bisa menjadi salah satu snak yang dipilih. Sementara menyuguhkan biscuit untuk minum teh dan teh, suguhan pesta , buah tangan atau bahkan oleh oleh saat bepergian.
Memilih biscuit sebagai snak karena keunggulannya yakni lebih awet, tidak mudah busuk dan rasanya gurih. Sebagai jajanan kering biscuit sangat praktis. Aneka jenis biscuit banyak beredar di pasaran. Ada yang khusus berjualan biscuit dengan harga murah , biscuit yang dihias khusus (funny cookies), biscuit bayi atau untuk anak autis.
Usaha biscuit tak hanya didominasi pabrik besar saja. Industri rumahanpun bisa membuat aneka biscuit yang biasa dibuat oleh pabrik. Agar mudah diterima di pasar, memilih segmen pasar yang tepat merupakan salah satu strategi yang harus dipilih. Karena keterbatasan skala usaha dan modal, memilih pasar khusus sangat penting. Misalnya membuat biscuit dengan taste khusus yang luar biasa untuk kelas atas (quality home made), biscuit untuk anak anak tanpa pengawet (banyaknya biscuit dg pengawet dan pewarna), kelompok vegetarian yang tidak mau mengkonsumsi telur dan sebagainya.
Agar lebih tampil trendy, biscuit sebaiknya dikemas dengan cantik. Gunakan kemasan single per biscuit untuk tujuan retail atau dalam bentuk bulk untuk keluarga. Gunakan toples PET, aluminium foil, metalizing, Plastik dan composite can. Kemasan yang kuat akan melindungi biscuit dari suhu extrim di luar, kontaminasi kotoran dan bakteri serta melindungi dari  pertumbuhan jamur. Jika bungkus kuat kedap air tidak  mudah terbentur atau tertembus udara dan kelembaban terjaga. Musuh utama dari penurunan mutu biscuit setelah kemas adalah rasa tengik, berjamur dan kerusakan fisik.

Peralatan Apa Saja yang dibutuhkan ?
Peralatan yang dibutuhkan untuk memproduksi biscuit rumahan bisa menggunakan peralatan yang ada di dapur.  Skala produksi disesuaikan dengan kemampuan modal dan kerja. Bertahap lebih baik sambil melihat respon pasar yang tertarik dengan biscuit rumahan yang dibuat.
Modal Yang Diperuntukkan Produksi Biscuit Rumahan

No
Nama
harga
1
Kompor + elpiji
                350,000.00
2
Oven manual
                450,000.00
3
Loyang
                250,000.00
4
peralatan lain lain
                150,000.00
5
blender untuk menghancurkan biji kacang
                350,000.00
6
mesin sealer untuk mengemas
                350,000.00

Total
            1,900,000.00

Biscuit Kacang Home Made
Salah satu ide untuk membuat usaha biscuit rumahan adalah dengan menambahkan kacang di dalamnya. Jenis kacang kacangan di Indonesia sangat beragam. Membuat aneka varian biscuit dengan bahan kacang bisa menjadi pilihan tepat karena bahan kacang mudah didapatkan. Biscuit dengan kacang tanah sudah umum, tinggal tambah variasi dengan kacang almond, kacang hijau, kacang polong, kedelai, kacang mete atau kapri akan menciptkan varian yang berbeda.

Resep Biscuit Kacang Polong (green pea Biscuit) rasa wijen
Bahan :
Gula halus                                                       70 gr
Kacang polong, haluskan                                100 gr
Minyak goreng                                                60 gr
Biji wijen                                                         20 gr
Ibs pengganti telur/cookies*                           1 gr

Cara Membuat :
Kacang polong kering masak, kupas kulitnya. Haluskan dengan chooper/blender sampai halus. Sisihkan. Aduk semua bahan menjadi satu sampai tercampur rata. Tambahkan Cetak sesuai bentuk yang diinginkan. Bisa menggunakan bentuk oval, bulat, bintang dan seterusnya. Olesi bagian atas dengan  kuning telur. Oven selama 15 sampai 20 menit. Angkat dan dinginkan.
Gunakan sarung tangan saat mengemas biscuit. Kemas satu persatu atau dimasukkan dalam toples PET. Lapisi dengan selotip tutup toples dan bagian bawah dengan rapat. Beri label kemasan dan merk sehingga pembeli ingat akan biscuit yang dibuat.

Resep dan Perhitungan Biscuit kacang polong

 Bahan 
 Berat/gr
 Harga/kg
 Biaya/Rp
 Minyak goreng
                   60.00
                15,000.00
                              900.00
 gula halus
                   70.00
                15,000.00
                          1,050.00
 pengganti telur /fibre ibs cookies*
                     1.00
              120,000.00
                              120.00
 terigu protein rendah
                  100.00
                   8,000.00
                              800.00
 kacang polong
                  100.00
                35,000.00
                          3,500.00
 wijen
                   20.00
                40,000.00
                              800.00
 Jumlah
                  351.00

                   7,170.00
 Hasil jadi setelah oven
                        300.00

                          7,170.00
 Harga 1 kg biscuit kacang polong


                        23,900.00


Analisa Usaha Penjualan Biscuit Kacang Polong  kemasan 250 gr x 40 toples per hari
 Biaya Operasional



 biaya bahan 

 Rp.
                     239,000.00
 kemasan @ Rp. 1000

 Rp.
                        40,000.00
 Tenaga kerja

 Rp.
                        45,000.00
 Biaya bahan Bakar

 Rp.
                        15,000.00
 Transport dll

 Rp.
                          7,000.00
 Jumlah Biaya operasional

 Rp.
                     346,000.00
 Harga pokok per toples

 Rp.
                          8,650.00
 harga jual per toples 250 gr

 Rp.
                        14,000.00
 omzet per hari

 Rp.
                     560,000.00
 keuntungan = omzet - biaya operasional

 Rp.
                     214,000.00


1 komentar: